Artikel

Berikut adalah artikel-artikel dari pihak luar dan Croinx Systems sama sekali tidak memiliki kendali.

Uang tunai bukanlah Segalanya

Setelah krisis subprime terjadi, dilaporkan beberapa orang yang berusia 20 - 30 tahun mencoba memperbaiki hidupnya dengan beralih ke dunia yang hanya menggunakan uang tunai. Tanpa kartu kredit atau transaksi online.

Menurut Hilary Stout dari The New York Times, beberapa warga Amerika juga berusaha untuk beralih ke gaya hidup uang tunai setelah melihat banyaknya kejahatan yang terjadi dalam dunia maya pada bisnis ritel raksasa seperti Target.

Ada banyak alasan mengapa pembayaran dengan tunai tidak dianjurkan dan mengapa setiap orang harus berhenti menggunakan uang tunai.

Beberapa alasan untuk TIDAK MENGGUNAKAN UANG TUNAI:

Uang Tunai Mengakibatkan Banyak Kerugian

Menurut dua profesor dari Tufts University, Bhaskar Chakravorti dan Benjamin Mazzotta, penggunaan uang tunai telah menyebabkan kerugian sebesar US$200 milyar per tahun bagi perekonomian AS. Walaupun dalam penelitian ini tidak ada perbandingan antara biaya relatif uang tunai dan plastik (alternatif lain), tetapi the use of cash costs the US economy $200 billion per year. The study did not compare the relative costs of cash v. plastic (or other alternatives), $200 milyar per tahun adalah tepat jumlah yang sangat besar.

Pada tingkat perorangan, kerugian tersebut adalah dalam bentuk biaya tambahan serta biaya kesempatan. Adapun dalam dunia usaha, kerugian hadir dalam bentuk tindak pencurian. Bagi pemerintah, kerugian yang diderita berbentuk hilangnya pendapatan negara dari pajak. Berikut adalah keterangan detil:

Bagi Perorangan:

$3,66 dalam biaya. $54,56 kerugian bunga atau $1.300 pendapatan investasi.

Bagi Dunia Usaha:

$0,05 untuk setiap dollar yang diterima harus dialokasikan dalam usaha mencegah tindak pencurian uang tunai.

Bagi Pemerintah:

Pemerintah AS menderita kerugian sebesar $100 milyar per tahun dalam bentuk penerimaan pajak

Uang Tunai Tidak Nyaman

Para peneliti dari Tufts menemukan bahwa secara rata-rata, WN Amerika menghabiskan 28 menit per hari dalam perjalanan menuju dan kembali dari mesin ATM. Jumlah tersebut adalah 170 jam per tahun. Waktu tersebut dapat digunakan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat seperti bersantai.

Berdasarkan upah rata-rata pekerja di AS, 170 jam atau $31 milyar terbuang percuma setiap tahun untuk menarik uang dari mesin ATM. Angka tersebut hanyalah indikasi berapa banyak waktu yang harus dihabiskan dalam menangani uang tunai.

Uang Tunai adalah Kotor

Para peneliti dari Wright Patterson Medical Center meminta sejumlah konsumen toko serba ada untuk menukar uang yang ada di tangan dengan uang yang bersih dan baru.

Adapun hasil analisa pada uang tersebut adalah sebagai berikut:

Delapan puluh tujuh persen (87%) dari uang tersebut mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit, khususnya bagi mereka yang memiliki ketahanan tubuh yang lemah, seperti para penderita HIV atau kanker.

Tujuh persen (7%) dari uang kertas mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit bahkan terhadap orang yang sehat.

Hanya 6% dari uang kertas tersebut yang tidak mengandung bakteri berbahaya.

Menggunakan mesin ATM adalah seperti menggunakan Toilet Umum

Pada tahun 2014, beberapa peneliti dari Inggris membandingkan mesin ATM dengan Toilet Umum dan menemukan bahwa mesin ATM mengandung bakteri dalam jumlah yang sama dengan toilet umum.

Uang Tunai Sangat Memudahkan Terjadinya Tindak Kejahatan

Penelitian yang dilakukan oleh University of Chicago pada tahun 2015 menemukan bahwa sebagian besar perampokan terjadi pada bisnis yang pada umumnya menggunakan uang Tunai

Perekonomian yang menggunakan uang tunai memiliki keterbatasan.

Penelitian menunjukkan beberapa kelemahan yang ada saat Anda menarik uang tunai dari mesin ATM atau bank. Selain itu, membawa uang dalam jumlah yang banyak hanya akan membawa kesulitan. "Anda tentunya tidak akan membawa uang dalam sebuah besar hanya untuk membeli TV layar rata".

Susan Grant, kepada bagian perlindungan konsumen pada Consumer Federation of America berkata bahwa jika Anda menginginkan hidup yang tenang, Anda harus mencoba untuk membawa uang tunai dalam jumlah kecil.

Anda tidak dapat membeli sesuatu secara online dengan uang tunai.

Membeli online berarti Anda tidak dapat menggunakan uang tunai. Selain itu, adalah lebih mudah untuk melacak pembelian yang dilakukan dengan kartu kredit, kartu debet atau transfer sebab Anda tidak akan disusahkan dengan banyak tanda terima yang harus disimpan.

Dunia usaha mengalami banyak kerugian dengan adanya perampokan uang tunai setiap tahun

Toko-toko di AS menderita kerugian sebesar $40 milyar per tahun oleh karena perampokan uang tunai.

Menjaga uang tunai tidaklah mudah

Dalam rangka mengurangi kerugian sebesar $40 milyar oleh karena perampokan uang tunai, dunia usaha harus menyisakan $0,05 dari setiap dollar yang diperoleh dari penjualan rata-rata. Biaya ini kemudian akan dikenakan kepada konsumen yang memilih untuk melakukan pembayaran secara tunai.

Uang tunai memungkinkan terjadinya penggelapan pajak

Penelitian yang dilakukan oleh para profesor dari Tufts University menunjukkan bahwa pemerintah AS menderita kerugian sebesar $100 milyar per tahun dalam bentuk pajak yang hilang dari transaksi tunai.

Anda tidak dapat memiliki credit score dengan uang tunai

Transaksi non tunai pada dasarnya adalah satu-satunya cara untuk membangun riwayat kredit yang akan digunakan saat Anda mengajukan permohonan pinjaman uang. Inilah mungkin keuntungan utama jika Anda tidak menggunakan uang tunai.

Uang Tunai Sangat Diskriminatif

Para peneliti dari Tufts University menemukan bahwa orang-orang yang tidak memiliki akses pada kartu kredit, kartu debet dan fasilitas pembayaran digital lainnya, harus mengeluarkan biaya rata-rata sebesar $3,66 per bulan lebih banyak daripada mereka yang memiliki akses. Selain itu, kemungkinan mereka membayar lebih adalah empat kali lebih tinggi.

WN Amerika berkulit hitam memiliki kemungkinan dua kali lebih besar sebagaimana diukur dengan koefisien logit (2,2) untuk membayar lebih agar dapat memiliki akses pada uang tunai. Sepertinya biaya yang dikeluarkan untuk memiliki akses pada uang tunai lebih banyak ditanggung oleh mereka dari ekonomi rendah, yang memiliki lebih sedikit akses pada fasilitas pembayaran digital.


Apa yang dimaksud dengan Cryptocurrency Digital?

Crypto-currency digital (atau crypto currency) adalah token digital (media) alat tukar yang dapat digunakan untuk dalam berbagai transaksi. Cryptography digunakan untuk verifikasi dan keamanan transaksi serta mengatur jumlah cryptocurrency yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

Sebuah program komputer yang dienkripsi dan sangat rumit, atau lebih dikenal sebagai private signature key (psk) digunakan bersama dengan program komputer lain yang juga dienkripsi serta memiliki tingkat kerumitan yang sama untuk mengendalikan 'penggunaan cryptocurrency'. Private key menentukan bermanfaat untuk mengetahui kepemilikan cryptocurrency yang sah. Cryptocurrency dapat disimpan pada komputer Anda, media penyimpanan portable atau bahkan ditulis pada secarik kertas. Akan tetapi, jika Anda ingin menggunakannya secara online atau transaksi luring, Anda harus memindahkannya ke fasilitas penyimpanan elektronik yang dikenal sebagai "wallet". "Wallets" ini biasanya disediakan oleh institusi yang sama yang mengeluarkan cryptocurrency.

Cryptocurrency dikategorikan sebagai bagian dari mata uang digital dan juga sub bagian dari mata uang alternatif serta virtual. Cryptocurrency yang paling umum saat ini adalah Bitcoin.

Bitcoin pertama sekali diciptakan pada tahun 2009 oleh satu atau beberapa orang yang menamakan dirinya Satoshi Nakamoto. Banyak orang yang melihat Bitcoin sebagai cryptocurrency desentralisasi pertama yang ada di dunia. Sejak itu, cryptocurrency yang lain juga lahir - dan setiap cryptocurrency beranggapan mereka lebih baik daripada yang lain. Sesuai dengan informasi terakhir pada bulan September 2017, saat ini ada ribuan cryptocurrency di dunia.

Cryptocurrency juga disebut altcoin (alternative coin) dan dapat hadir dalam bentuk sentralisasi atau desentralisasi. Bentuk sentralisasi biasanya lebih rumit sebab pencipta cryptocurrency tersebut harus melakukan sesuatu bagi pembeli. Bitcoin dan kebanyakan cryptocurrency yang ada saat ini adalah desentralisasi dan seharusnya dapat beroperasi secara mandiri dengan program komputer yang digunakan untuk menciptakannya.

Cryptocurrency pertama sekali diciptakan dengan tujuan memberikan kenyamanan dalam melakukan pembayaran online, transaksi elektronik tanpa tunai. Akan tetapi, bitcoin dan beberapa cryptocurrency baru lainnya telah menjadi sangat terkenal sebagai alat investasi. Mereka yang telah membeli cryptocurrency ini saat masa-masa awal peluncurannya telah menyaksikan bagaimana investasi mereka meningkat hingga ribuan persen.

Pada tahun 2016, para konsumen di AS menghabiskan sejumlah US$2,1 triliun dalam transaksi tunai. Angka ini diharapkan akan turun sebanyak 50% pada tahun 2021. RRC dan beberapa negara lain dengan sistem keuangan yang belum maju dapat dengan mudah menerapkan sistem pembayaran mobil dan inilah saat ini yang sedang terjadi.

Hal yang sama juga terjadi pada negara-negara maju dengan populasi kecil seperti Denmark, Finlandia dan Swedia. Negara-negara Eropa tersebut memiliki banyak kota yang secara digital paling berkembang pesat di dunia. Pembayaran mobile dan transaksi digital adalah raja. Uang tunai dengan cepat akan lenyap dan hilang.


Dunia mungkin saja masih mencintai uang... tetapi Fed Coin akan segera mengambil alih kedudukan uang. Anda tidak akan pernah lagi mendengar uang palsu dan kegiatan teroris atau perdagangan narkoba yang tidak dapat dilacak.